Bulukumba,NS_ Mediasi Sukses, konflik Pengairan Sawah di Desa Topanda terselesaikan, Lembaga Pemuda Afiliasi Toleran Indonesia (L-PATI) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menjadi jembatan perdamaian antara Pemilik lahan yang dilewati irigasi dan Perani sekitar di Desa Topanda Kecamatan Rilau Ale Kecamatan Bulukumba, Senin (26/05/2025)
Setelah di pertemukan di ruang kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), pertemuan yang alot, mediasi yang difasilitasi oleh Kepala Dinas PMD Hamrina Andi Muri ,Turut diundang Lembaga PATI Agus Salim dan Tim, Kepala Desa Topanda Andi Jemma Beserta Petani dan Pihak pemilik lahan Naim, berhasil menyelesaikan perselisihan yang terjadi
diketahui sebelumnya perselisihan muncul akibat ketidak seimbangan distribusi air irigasi yang sengaja di keruk, sehingga pemilik sawah Sulaiman mengeluhkan tidak adanya air yang masuk ke sawahnya karna hulu pengairan di tutup akibat dari penggerukan menggunakan alat berat eskavator yang berdampak pada gagal garap, dan perselisihan yang berlarut-larut.
Pertemuan pertama difokuskan pada pemaparan keluhan masing-masing pihak di ruangan Kadis PMD Amrina Andi Muri berperan sebagai mediator yang netral, pada pencarian solusi bersama dengan bimbingan Kepala Dinas PMD, yang didampingi oleh stafnya mengutarakan “mari kita carikan solusi yang baik agar sama sama saling menguntungkan bagi pemilik lahan sawah sepanjang komunikasita bagus maka semuanya akan baik juga” tuturnya,
lanjut “jika kita membantu orang maka Allah akan memudahkan urusan kita, percayamaki karna itu yang saya tanamkan dalam diriku sampai saat ini” kata Andi Rina sapaan akrab KaDis PMD tersebut.
masing-masing pihak diajak untuk bernegosiasi dan mencari titik temu. Diskusi difokuskan pada pengaturan jadwal giliran pengairan yang adil dan efisien, serta pemeliharaan bersama.
Agus Salim ketua Umum Lembaga PATI menyarankan pembuatan saluran buka tutup air yang masuk ke sawah kepada pihak yang hadir dan itu di terima dengan baik.
“Silahkan di olah bagaimna baiknya”
Ucap Naim pihak pemilik lahan dalam forum tersebut
Mediasi menghasilkan kesepakatan bersama oleh masing-masing pihak. Kesepakatan tersebut mengatur jadwal pengairan yang adil dan bergantian, serta tanggung jawab bersama dalam pembuatan saluran air dengan sistem buka tutu Kepala Desa Andi Jemma juga berjanji akan membantu secara pribadi ucapnya dalam forum tersebur
Kedua petani menyatakan puas dengan hasil mediasi dan siap untuk bekerja sama dalam pengelolaan irigasi. Mereka berharap, dengan sistem pengairan yang lebih baik, hasil panen ke depan akan meningkat.
Pw: Hana









