BULUKUMBA – Sorotan tajam kembali mengarah pada tata kelola sektor pariwisata di Kabupaten Bulukumba. Kali ini, Ketua Umum Lembaga Pemuda Afiliasi Toleran Indonesia (L-PATI), Agus Salim Jihank, angkat bicara dan mengecam keras pembiaran fasilitas keselamatan wisatawan yang dinilai sangat minim di berbagai destinasi wisata daerah.
Dengan nada geram, pimpinan L-PATI tersebut melayangkan pertanyaan menohok kepada otoritas terkait: “Haruskah makan korban jiwa lagi baru semua pihak tersadar?“
Berikut adalah poin-poin gugatan dan tuntutan keras yang disampaikan oleh Ketua Umum L-PATI terkait karut-marut keselamatan pariwisata di Bulukumba:
Komersialisasi Tanpa Jaminan Keamanan
L-PATI menilai ada ketimpangan besar antara biaya yang dikeluarkan pengunjung dengan hak keselamatan yang mereka terima di lokasi wisata:
- Eksploitasi Tiket Masuk: Pengunjung dengan ikhlas membayar tiket demi liburan yang aman dan menyenangkan, tanpa mengetahui kondisi riil di dalam area wisata yang justru mengancam keselamatan.
- Fasilitas Keselamatan Dianggap Beban: Pihak pengelola dituding pelit dan menganggap pengadaan fasilitas keamanan serta rambu bahaya hanya sebagai biaya tambahan yang memotong keuntungan mereka.
- Ancaman Fisik di Lapangan: Ditemukan banyak akses jalan licin tanpa pelapis anti-slip maupun papan peringatan. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya pengawasan ketat dari pengelola di area bermain anak-anak.
Desakan Tanggung Jawab Dinas Pariwisata Bulukumba
L-PATI menegaskan bahwa Dinas Pariwisata Bulukumba tidak boleh lepas tangan dan harus menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pembiaran ini:
- Kelalaian Fungsi Pengawasan: Sebagai regulator yang memegang izin dan otoritas, Dinas Pariwisata wajib memastikan setiap jengkal destinasi memenuhi standar keamanan operasional.
- Nyawa Tidak Bisa Ditukar Rupiah: Pemerintah daerah diingatkan untuk tidak menutup mata demi mengejar target retribusi dan lonjakan angka kunjungan semata. Keselamatan nyawa manusia adalah nilai mutlak.
Ultimatum Tiga Langkah Tuntutan L-PATI
Guna menghindari jatuhnya korban di masa mendatang, L-PATI mendesak Dinas Pariwisata untuk segera mengambil tindakan konkret minggu ini juga:
- Audit Keselamatan Massal: Melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyeluruh tanpa tebang pilih ke semua objek wisata di Bulukumba.
- Sanksi Hitam di Tempat: Memberikan surat peringatan keras hingga pembekuan izin operasi bagi pengelola yang terbukti membandel dan abai terhadap keselamatan.
- Edukasi dan Pembinaan: Memberikan asistensi serta standarisasi bagi para pengelola lokal agar segera merenovasi fasilitas yang membahayakan publik.
L-PATI menegaskan akan terus mengawal isu ini dan tidak segan untuk melakukan aksi nyata jika Dinas Pariwisata Bulukumba tetap bersikap pasif terhadap ancaman keselamatan para wisatawan.
