Morowali, Sulteng. Nuasasulsel.co.id _ Kejadian yang telah dialami dua korban kekerasan inisial (ES) dan(MS) masing – masing adalah wanita remaja di area hotel Arista, desa keurea kec Bahodopi sekitar pukul 15.00 wita. jumat,(2/5/2025).
Ia pun Melaporkan kejadian ke kepolisian setempat sekitar pukul 23.30 wita hari itu Juga, dan laporan pun didalami oleh pihak kepolisian. Pelaku diketahui adalah laki-laki Inisial FN alias JN melakukan tindak kekerasan terhadap dua orang wanita
Setelah pihak kepolisian mengambil keterangan dari korban dan saksi pelaku pun diamankan dan melanjutkan proses hukum sesuai dengan prosedur hukum yg berlaku
Namun kesepakatan damai ini bisa terwujud atas itikad baik dari keluarga terlapor untuk meminta maaf dengan keluarga pelapor sehingga Mediasi pun dilakukan pada hari sabtu tanggal 10 mei 2025 antara pihak keluarga terlapor dan pihak keluarga pelapor dan mencapai kata sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
Melalui pemerintah setempat dalam hal ini diwakili oleh Mirwan Abd Muin Kepala desa Siumbatu, Ipda Muhammad Iqbal S.H Kapolsek bahodopi bersama Yopi Sabara ST Ketua Tim Gankso (Tim pencegahan konflik sosial morowali) meberikan ruang untuk dimediasi sehingga menemui titik damai hari minggu, 11 mei 2025.
Boby keluarga dekat korban menyapaikan Dengan tercapainya kesepakatan damai pihak pelapor juga akan mencabut/menarik kembali laporan polisi yang telah dilaporkan.
Kami dari pihak keluarga menerima permintaan maaf dari keluarga besar terlapor dan mengucapkan juga terimakasih kepada pihak kepolisian dan jajarannya, serta pemerintah setempat, dan juga Bapak Yopi Sabara, serta semua yg telah dilibatkan dalam kasus ini sehingga kasus ini bisa diselesaikan dengan aman dan transparan dan Merujuk pada hasil damai” Tutur Boby
Yopi sabara menambahkan Semoga dari kejadian ini, kita bisa mengambil hikmah dan mencegah terjadinya konflik sosial di kemudian hari serta menjadi pembelajaran bagi kita semua dan masyarakat tentang pencegahan komflik sosial”
“Semoga kejadian seperti ini atau bentuk tindak kekerasan apapun terhadap perempuan di Morowali, khususnya di Bahodopi tidak terjadi lagi, tutupnya.
