Diduga Dahulukan Mobil Tambang, Sejumlah Penumpang Bermotor Tertahan di Pelabuhan Bira

BULUKUMBA – Puluhan pengguna sepeda motor gagal menyeberang dari Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, sabtu (11/07/2026) malam. Penumpang menilai petugas ASDP lebih mengutamakan kendaraan roda empat, termasuk mobil tambang jenis Hilux.

Salah satu penumpang, Rahim, mengaku sudah mengantre sejak malam sebelumnya. Namun saat kapal tiba, motornya diminta keluar karena prioritas diberikan kepada bus dan mobil tambang.

Bacaan Lainnya

Saya kecewa. Tiket sudah dibeli, kami antre dari tadi malam, tapi disuruh turun. Yang baru datang malah didahulukan karena bawa mobil,” kata Rahim kepada wartawan.

Hal serupa juga dialami penumpang lain yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku terlantar di pelabuhan setelah tidak kebagian tempat di kapal feri.

Pengurus DPN Lembaga Pemuda Afiliasi Toleran Indonesia atau L-PATI menilai ada kelalaian dari petugas ASDP Pelabuhan Bira dalam mengatur pemuatan penumpang.

Seharusnya penumpang yang lebih dulu membeli tiket dan antre diprioritaskan. Faktanya justru yang baru datang dengan mobil tambang lebih diutamakan. Ini bentuk ketidakadilan pelayanan,” ujar pengurus L-PATI.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya 7 kendaraan roda dua tidak berhasil naik ke kapal feri akibat keterbatasan ruang muat. Situasi sempat memanas karena sejumlah penumpang meluapkan kekecewaan dan mengeluarkan kata-kata kasar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak ASDP Pelabuhan Bira belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengutamaan kendaraan tertentu dan kekacauan pengaturan muat kapal.

L-PATI mendesak ASDP segera mengevaluasi sistem pelayanan dan penjadwalan kapal, agar tidak ada lagi penumpang yang dirugikan karena tidak diprioritaskan sesuai urutan kedatangan.

banner 400x130

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *