Bulukumba, Nuansasulsel.co.id _ Tiga orang pelajar di kabupaten Bulukumba masing-masing (14) warga Tamapalisu, AW (14) warga Desa Bonto Lohe, dan IM (14) warga Balangriri, semuanya merupakan pelajar SMP di wilayah Kecamatan Bulukumpa menjadi korban penipuan seorang pria yang mengaku sebagai anggota polri. Insiden terjadi Sabtu, 17 Mei 2025 sekitar pukul 14.00 WITA di Desa Bonto Minasa, Kecamatan Bulukumpa.
Agil Purnam salah seorang keluarga korban mengatakan kalau ketiganya dicegat oleh dua pria saat pulang sekolah. Mereka diinterogasi, dipaksa push-up, lalu dibawa ke arah Kota Bulukumba dengan dalih akan dibawa ke kantor Polres Bulukumba karena berbocengan tiga. Parahnya lagi, tiga ponsel atau Hp milik korban disita dan di reset oleh para pelaku.
Agil menjelaskan, pelaku sempat berhenti di sebuah toko modern di Kota Bulukumba. Saat itulah ketiga korban memanfaatkan situasi untuk melarikan diri menggunakan sepeda motor mereka. Namun, ponsel yang sudah diambil tidak berhasil direbut kembali.
” Pelaku membagi peran, satu membonceng dua anak dengan motor milik korban, satunya lagi membonceng satu anak dengan motor sendiri,” jelas Agil.
Terkait peristiwa ini, Kasat Reskrim Iptu Muh Ali melalui Kasi Humas Polres Bulukumba AKP Marala membantah bahwa pelaku adalah anggota mereka.
“Tidak benar kalau yang mencegat anak-anak itu adalah anggota Polres Bulukumba,”tegas AKP Marala saat dikonfirmasi Sabtu malam, 17 Mei 2025.
AKP Marala, juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dan sedang melakukan penelusuran lebih lanjut. Ia menduga kuat aksi ini merupakan modus baru kejahatan dengan pencatutan identitas polisi.
” Kami menduga ini adalah modus baru penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, dengan mengaku sebagai polisi untuk mengambil barang berharga milik warga, seperti HP dalam kasus ini,” ujar Marala.
Marala mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai petugas, khususnya yang tidak dilengkapi identitas dan seragam resmi. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan kejadian serupa.(Dilansir Rubrik.co.id)
